Harian Umum RAKYAT SUMBAR UTARA
Edisi,Sabtu 23 April 2011
“Bukittinggi diserang HIV/AIDS setidaknya sudah 144 orang jadi korban yang butuh perawatan ,sehingga sampai saat ini kota bukittnggi tercatat nomor dua penularan HIV/AIDS setelah kota Padang.
Banyaknya penderita HIV/AIDS di kota Bukittinggi,telah membuat masyarakat menjadi cemas,janga-jangan mereka juga akan tertular penyakit yamg mematikan itu,jika hal ini tidak segera diantisipasi oleh pemerintah setempat.
Berdasarkan data yang didapat komisi peduli Aids(KPA) Sumbar,jumlah penderita HIV/AIDS di kota bukittinggi tercatat sebanyak 144 orang.Untuk mengantisipasinya malah sudah ada klinik HIV/AIDS di kota Bukittinggi,yakni di RSAM setempat.
Data penderita HIV/AIDS ini tidak dibantah Kepala Dinas kesehatan kota(DKK) Bukittinggi,Syofia Dasmauli.”Bukittinggi memang nomor dua terbanyak setelah kota padang di tahun 2011 ini,”katanya kepada wartawan,jum’at(22/4).
Kata dia,merujuk KPA Sumbar,jumlah penderita HIV/AIDS yang terindikasi positif HIV/AIDS di kota Bukittinggi sebanyak 144 orang.”penderita HIV/AIDS pada umumnya mereka yang berusia produktif dengan umur 20 sampai 30 tahun,”katanya.
Menurut dia,dalam mungurangi jumlah penderita HIV/AIDS,DKK Bukittinggi berkomitmen untuk mengurangi dengan menambah tempat pelayanan atau rujukan di Puskesmas Guguk panjang dan klinik HIV/AIDS Rasima ahmad di komplek RSAM Bukittinggi.”Tujuannya adalah untuk menjangkau komoditas penderita HIV/AIDS,”ujarnya.
Kepada penderita HIV/AIDS,dia berharap agar dapat memanfaatkan pusat pelayanan konsultasi di puskesmas dan RS yang telsah disediakan.”Tidak usah malu dan takut,karena identitas pasien dirahasiakan,”ujarnya.[]
EDISON JANIS